Cinta,
tak ada kata yang bisa ku deskripsikan tentangnya. Karena yang aku tau, cinta
adalah kamu!
Jika
kamu adalah sebuah mimpi bagiku, maka izinkan aku untuk tetap terlelap.
Jangan biarkan aku terjaga, biarkanlah
semua tentangmu mengalir dalam mimpiku, biarkanlah semua inginku padamu terjadi
dalam mimpiku, biarlah! Karena jika aku terjaga, semua rasa yang bergejolak
dalam hatiku akan menjadi kosong. Semua angan dan harap akan musnah. Semua cita
dan cinta yang ku inginkan hanyalah sebuah ingin tanpa nyata.
Ini
mungkin akan menjadi sebuah prolog, atau hanya sebuah ungkapan hati yang tak
dapat ku ucapkan langsung dengan bibirku. Dan ini, hanyalah sebuah cerita
sederhana. Tentang mencintai, tanpa bisa memiliki. Tentang harapan, yang tak
dapat terwujud. Tentang penantian, yang menjadi sia-sia. Terlepas dari ini
kisahku atau bukan, ini hanyalah torehan imajinasi yang ku lukis dengan rasa
dalam hatiku.
({})
Ku ingin
menyatakan cintaku
Namun waktu takkan
mungkin mengijinkanku
Membahas
tentang cinta, aku mempunyai sebuah cerita. Tentang aku yang mengagumi dia, dia
yang awalnya tak ku kenal sama sekali. Dia yang waktu pertama ku melihatnya,
tak pernah ada getaran berbeda. Dia, yang walaupun tak memikatku waktu pertama
mehilatnya, namun selalu memberi kesan yang tak dapat ku lupakan.
Pertama
kali aku mengenalnya yaitu bukan dengan melihatnya secara langsung melainkan
dari sebuah foto milik temanku. Aku tak langsung menyukainya saat melihat foto
itu, karena bagiku, love at first sight itu tak ada. Hanya, entah kenapa.
Saat-saat pertama kali aku mengenal wajahnya lewat foto itu, tak pernah bisa ku
lupakan, sampai saat ini.
Dan
sama sekali aku tak mengetahui namanya, dan enggan untuk bertanya. Dalam
fikiranku, buat apa aku bertanya siapa namanya? Toh, aku tak menyukainya.
Namun
akhirnya, takdir membuat aku mengetahui namanya lewat sebuah acara sekolah.
Ternyata namanya cakka nuraga. Tanpa sengaja aku dan dia menjadi satu kelompok
dan mau tak mau bertugas bersama.
Saat
bertugas bersama itulah kami akhirnya saling mengenal. Tak lama waktu untuk
kami akrab, dalam waktu kurang dalam satu hari, kami langsung bisa mengakrabkan
diri. Dia, pribadi yang menyenangkan dan humoris.
Walau hatiku
tak bisa mengingkari
Perasaan ini
sungguh membebani
Sekali
lagi ku jelaskan, tak butuh waktu lama bagi kami untuk akrab. Di hari
berikutnya, tiba-tiba saja ada seorang temanku yang menggoda kedekatanku dengan
cakka. Katanya, karena aku dan cakka selalu berduaan J.
Entah
bagaimana candaan temanku itu menular ke seluruh teman-temanku. Dan akhirnya,
aku dan cakka selalu menjadi bahan ledekan. Namun tak terpikir bagiku semuanya
akan jadi seperti ini, karena pada awalnya, otak nakalku sempat berfikir kalau
lucu juga jika di gosipkan dengan cakka. Dan ternyata, hmmmm, itu terjadi dan
aku tak menduganya.
Tak
butuh waktu lama juga, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa
yang memberontak dalam hatiku saat aku bersamanya. Ada sebuah rasa yang
menggebu, yang membuat hatiku tak karuan. Degupan jantungku, tak dapat ku atur
saat aku berbincang dengannya, selalu berdegup tak teratur dan kencang.
Dan
saat itu juga, aku mulai menyadarinya. Aku mungkin mulai menyukainya. Ya, aku
menyukainya, dan pada kenyataannya, aku bukanlah orang yang mudah menyukai
seseorang. Berarti, cakka memiliki sesuatu yang begitu berbeda hingga dia mampu
membuatku menyukainya dalam waktu singkat.
Perasaan
ini tak terkendali, semakin menggila, semakin meronta, dan semakin membuat
hatiku tak menentu. Dan aku pun sadar, perasaan ini tak bisa ku tahan lagi, tak
bisa kuhapuskan.
Kini hatimu
tlah mencintainya
Yang tak
mungkin bisa ku memaksakannya
Namun
sepertinya, luka-lukaku sebelumnya terulang lagi. Dan lagi untuk kesekian
kalinya, aku menyukai seseorang yang ternyata telah dimiliki orang lain. Ya,
dia sudah mempunyai pacar.
Saat
itu juga, aku langsung berusaha sekuat tenagaku untuk menghilangkan semua
perasaanku pada cakka. Sebelum perasaan ini semakin membesar, sebelum aku
terlanjur mencintainya, sebelum aku semakin terluka.
Namun,
semua usahaku gagal. Dan aku pun sadar, aku terlanjur menyayangiya dan aku tak
mampu menhapus semua rasa dalam hatiku. Dan akhirnya, aku hanya bisa membiarkan
perasaan ini mengalir apa adanya. Membiarkannya mengalir seperti air.
Membiarkannya dilukai.
Tak
kusangkal jika perasaan ini semakin membesar. Bukan karena ku tak mau, tapi
karena…… aku tak mampu untuk itu. Aku tak mampu untu melawannya. Karena jika
semakin ku lawan, perasaan ini akan semakin menjadi-jadi. Dan pastinya,
membuatku semakin sakit.
Tanpa
sengaja, aku dan cakka masuk ke dalam club yang sama, club pencinta alam. Aku
sendiri memilih club itu karena aku memang suka menjelajah gunung ataupun hanya
sekedar berjalan-jalan di gunung.
Karena
satu club itulah, kami menjadi semakin dekat. Dan aku semakin menyukainya. Kami
menjadi sering menginap bersama di markas club bersama anggota yang lain. Namun
kadang, kebiasaanku yang suka sembarangan makan dan makan tak teratur membuat
maag ku suka kumat. Dan hal itu, seringkali membuat dia perhatian padaku. Dan
aku, sangat menyukai perhatiannya itu. Walau seringkali perahtian itu
ditunjukkan dengan cara mengomeli aku.
Namun
aku tau, entahlah, namun hati ini yakin, bahwa sebenarnya, dia khawatir di
dalam omelannya itu. Dan sesuatu yang membuatku sangat senang juga jika ada
yang lebih mengkhawatirkanku daripada dia, dia akan bersikap seolah-olah marah.
Haha… lucunya cakka. Dan itu semakin membuat aku semakin menyukainya.
ku hanya
manusia yang tak pernah bisa
memaksakan
cinta pada dirinya
Setiap
candaannya dan perkataannya selalu terngiang-ngiang dalam ingatanku. Setiap
ekspresi wajahnya, setiap tatapannya padaku selalu terekam dalam memoriku.
Setiap hal yang kami lakukan bersama, tak akan mungkin pernah bisa ku lupakan.
Aku
semakin ingin memilikinya, semakin besar harapanku untuk dapat bersamanya.
Namun, aku sadar betul. Aku bukanlah wanita yang pantas untuk dapat
memilikinya. Aku tak mempunyai apapun yang bisa kuperjuangkan untuk
mendapatkannya. Karena, yang ku miliki, hanyalah cinta.
Keinginan
ini semakin meledak-ledak, membuatku sesak, membuatku sakit. Tuhan… bantu aku
untuk dapat memilikinya…
Yang
bisa ku perbuat hanyalah menunggu, dan bersabar. Aku tak mungkin berjuang
mendapatkannya, karena dia sudah ada yang punya. Mungkin keadaannya akan lebih
mudah jika dia masih sendiri, namun nyatanya, dia tak sendiri lagi.
Andai
aku lebih dulu mengenalnya daripada wanita itu, mungkin saja, aku yang sekarang
bersama cakka, bukan wanita itu. Bukan dia! Dan akhirnya, aku hanya bisa berdoa
kepada allah agar cakka menjadi milikku. Setiap seusai shalat, itulah yang ku
minta pertama kali. Aku selalu berdoa agar dia menjadi milikku!
Dan
ada saat dimana seseorang yang dekat denganku mengatakan, bahwa ia menyukaiku
dan ingin menjadi pacarku. Langsung saja hatiku tak karuan. Di satu sisi, aku
sangat mencintai cakka dan masih berharap memilikinya, dan di sisi lain dia
baik dan dekat denganku.
Setelah
ku fikirkan, aku putuskan untuk menolaknya. Hanya karena aku tak ingin hubungan
ku dan cakka berubah jika aku menerimanya. Aku tak rela, jika aku dan cakka
akan menjauh hanya karena aku mempunyai pacar.
Dan
begitu seterusnya. Aku tak rela jika keadaanku dan cakka akan berubah. Biarlah
aku selalu sendiri, yang penting, aku masih bisa merasakan kedekatanku bersama
cakka.
Namun ku tak
mampu menahan rasaku
Namun ku tak
sanggup melepas dirimu
Dan
kini, satu setengah tahun lebih aku membiarkan harapan itu tetap ada dalam
hatiku. Tak mampu membunuhnya, tak mampu mengusiknya. Satu setengah tahun lebih
aku mengenalnya, bersamanya, bercanda dengannya, dan semua hal bersamanya.
Club
pencinta alampun menjadi salah satu factor yang membuat aku lebih dekat
dengannya. Dan aku bersyukur untuk itu. Karenanyalah aku selalu bersemangat
jika ada acara-acara club, sebisa mungkin aku mengikutinya. Karena aku tak mau
melewatkan satu kesempatanpun bersamanya.
Dan
jadwal bulan ini, kami akan mengadakan camp di daerah sumedang. Mungkin untuk
tiga atau empat hari. Aku pun mengikuti camp ini dengan suka cita. Karena, saat
camp tahun lalu, ada kenangan indah bersama cakka. Dan aku berharap, atau lebih
tepatnya sangat berharap agar kejadian lebih indah dari tahun lalu akan terjadi
di camp kali ini.
Camp
pun sudah berjalan satu hari. Rencananya hari ini kami akan menyisir sekitar
air terjun dan masuk ke dalam gunung. Semangatku agak turun karena aku dan
cakka di regu berbeda. Aku regu 08 sedangkan cakka 09. Tapi untunglah, karena
hanya berselisih satu angka, kami jalan bersama ke area yang sudah di tentukan.
Dan
aku bahagia, candanya, rayuannya, senyuman nakalnya, tatapan tajamnya, hari ini
lengkap sudah ku dapatkan. Walau letih, karena masuk kedalam gunung, juga
karena kemiringan gunung yang hampir 75®, tapi aku sangat bahagia.
Seusai mandi
setelah masuk gunung. Aku pun duduk bersama teman-temanku yang lain. Lalu dia
datang dan kami pun berbincang bersama. Dia duduk di sebelahku, jantungku pun
terasa semakin berdegup kencang.
Sepertinya kakiku
sedikit terkilir atau apa karena masuk gunung tadi. Iseng, aku meminta dia
untuk memijit kaki ku. Dan tak ku sangka, dia langsung memijit pergelangan
kakiku yang memang terasa begitu sakit.
Dan yang
membuatku heran dan sedikit takut, dia bilang kalau pergelangan kakiku retak.
Masa sih? Aku pun sedikit merasa ngeri jika benar kakiku retak. Tapi biarlah,
nanti juga sembuh.
Dia masih duduk
disampingku, akhirnya karena merasa lelah, aku pun berbaring dalam pangkuannya.
Rasanya, begitu nyaman, sangat nyaman berada dalam pangkuannya. Rasanya, aku
tak ingin saat itu berakhir begitupu saat sebaliknya, saat dia yang tidur dalam
pangkuanku. Sunguh, aku tak ingin semua itu berakhir!
Tuhan, aku
semakin tak mampu menahan gejolak rasa dalam hatiku ini, dan semua ini, membuat
aku lebih sakit! Karena aku, tak mampu memilikinya.
Hanya lewat nada-nada cinta yang ku
tulis untukmu
Kan ku ungkapkan perasaanku
Hmmm… tak akan
pernah bisa ku lupakan setiap detik, setiap kejadian di camp itu. Sungguh,
semuanya akan selalu terekam dalam memoriku kka. Selalu!
Tak perduli kau
menganggapku apa, tak perduli aku berarti untukmu atau tidak, tapi satu yang
pasti, kau sangat berharga untukku. Dan tak perduli, apa perasaanmu terhadapku.
Perasaanku padamu, akan tetap ada dan terjaga.
Hari itu, aku
masuk ke markas pencinta alam. Ku lihat ada beberapa orang didalamnya dan salah
satunya, cakka. Aku pun memasuki ruangan itu dan mendekati cakka yang tengah
berbaring. Cakka yang melihat kedatanganku langsung menepuk sebuah bangku kecil
di depannya, tanda menyuruhku duduk disitu.
Aku pun duduk di
kursi kecil itu dan memandangnya yang tengah berbaring. Masih sangat lekat
dalam ingatanku tatapan nakalnya saat itu. Sangat ku ingat!
Lalu ku lihat ada
gitar di samping sofa panjang yang ditiduri cakka. Aku mengambilnya, dan
memainkan sebuah lagu. Lagu yang ku rasa sangat tepat untuk menggambarkan
perasaanku kepadanya. Lagu dari salah satu band indi, D’Wapinz yang berjudul
nada-nada cinta. Aku pun mulai memetik gitarku.
{Ku ingin
menyatakan cintaku, Namun waktu takkan mungkin mengijinkanku, Walau hatiku tak
bisa mengingkari, Perasaan ini sungguh membebani, Kini hatimu tlah
mencintainya, Yang tak mungkin bisa ku memaksakannya, Ku hanya manusia yang tak
pernah bisa, Memaksakan cinta pada dirinya, Namun ku tak mampu menahan rasaku,
Namun ku tak sanggup melepas dirimu, Hanya lewat nada-nada cinta yang ku
tulis untukmu, Kan ku ungkapkan perasaanku,
Andai kau tau perasaanku keadamu, Yang tulus dan
murni dari hatiku ini }
Namun di tengah
lagu, cakka menaruh tangannya di tengah senar-senar gitar sehingga aku tak bisa
meneruskan laguku. Aku pun menatapnya lalu melepaskan tangannya dari senar
gitar. Ku lihat matanya terpejam, tapi dia tak mungkin tertidur.
Aku pun
menyuruhnya untuk tak menganggu aku meminkan gitar karena aku tengah
menyanyikan lagu ini untuknya. Walau dengan nada bergurau, tapi sebenrnya, lagu
ini memang untuknya! Namun cakka hanya memejamkan matanya, berpura-pura tidur.
Kenapa tadi dia
menghentikanku bernyanyi? Apakah, dia bisa merasakan bahwa lagu ini, tulus dari
hatiku, untuknya! Semoga saja dia merasakan hal itu.
Andai kau tau perasaanku kepadamu
Yang tulus dan murni dari hatiku ini
Waktu
berlalu cepat, tak kusangka sekarang tlah usai ujian nasional. Dan tak ku
sangka juga, akan tiba saat dimana aku mungkin tak dapat melihat cakka lagi.
Aku
tak mampu membayangkan hal itu terjadi. Karena setiap harinya aku selalu merindukannya,
dan hanya dengan melihat punggungnya saja sudah lebih dari cukup untukku
mengobati rinduku.
Dan
sekarang, aku akan melewati hari-hariku tanpanya. Tanpa melihat senyumannya
lagi. Tanpa mendengar suaranya lagi. Tanpa candanya, rayuannya, godaannya,
senyuman nakalnya, tatapannya yang tajam. Tuhan, mampukah aku! Tapi, aku harus
mampu! Hidupku harus terus berlanjut, walau tanpa cakka.
Dan
tiba di hari perpisahan sekolah. Aku memakai kebaya biru muda, warna
kesukaanku. Sesampainya di sekolah aku langsung bergabung bersama
teman-temanku. Tapi, mataku tak henti mencari sosoknya. Sosok cakka!
Dimanakah
dia? Akhirnya aku menemukannya. Mataku berbinar lega. Mungkin, ini adalah
saat-saat terakhir aku dapat melihatnya. Ya, terakhir kalinya. Mungkin setelah
perpisahan, kami tak dapat bertemu kembali. Dan memikirkan hal itu, membuatku
sakit.
Di
akhir acara. Aku kehilangan sosoknya, kemana dia? Fikiranku langsung kacau,
bagaimana jika aku tak menemukannya sekarang? Tak ada yang dapat menjamin kalau
aku akan bertemu dengannya hari esok.
Akhirnya,
aku menemukannya. Aku langsung menghampirinya, melepas semua rasa malu karena
aku menghampiri lelaki. Biarlah! Aku mendekatinya, dan memintanya untuk berfoto
bersama. Akhirnya kami berfoto bersama. Aku pun merasa sangat lega, inilah
kenangan terakhirku bersamanya.
Lalu,
aku pun berpamitan pulang. Aku berjabat tangan dengannya dan mencium punggung
tangannya. Lalu dia melempar sedikit candanya di sela kami berjabat tangan. Ada
pula beberapa pesannya untukku. Mungkin, ini adalah candanya denganku yang
terakhhir. Aku pun bergegas pulang, bersama teman-temanku, walau rasanya begitu
berat untuk meninggalkan hari ini bersamanya.
Dan
kini, sudah bertahun-tahun berlalu sejak perpisahan sekolah itu. Dan faktanya,
perasaan ini masih ada, masih terjaga, masih tersimpan rapih dalam hatiku.
Aku
melihat kembali fotoku dan cakka saat perpisahan. Menatapnya dalam. Aku
merindukannya, sangat!
Biarlah
semua kenangan ini tersimpan dalam memoriku karena pada dasarnya, perasaan ini
pun tak berubah. Andai saja cakka mengetahui perasaan ini. Tapi biarlah,
semuanya tlah berlalu. Dan aku, akan selalu menjaga perasaan ini, untuknya!
Untuk cakka!
#cinta itu menyayangi dan membuat dia yang
kita cintai bahagia, walau itu seringkali membuat kita menangis, tapi jika kita
rela menangis untuknya, itulah cinta!
~END