Senin, 28 Mei 2012

Peri bersayap biru dibwah pohon mapel - cerpen


Aku berjalan di tepi danau yang indah ini, kembali ku pegang dadaku dan memejamkan mata merasakan hembusan angin yang menerpaku.
                Ku tatap temat teduh di bawah pohon mapel itu. Dengan samar ku lihat gadis manis yang tengah berkutat dengan buku diary nya. Dia yang merasakan kehadiranku lalu melihat ke arah ku dan tersenyum padaku.
                Perlahan ku mendekati pohon mapel itu. Dan ketika ku dekati, gadis manis itu tak ada disana. Dia tak nyata.
Aku pun duduk dibawah pohon mapel itu. Ku genggam erat buku diary berwarna biru muda yang tadi kubawa. Aku pun merasakannya, merasakan dia ada, ada disampingku walau tak nyata. Dengan perlahan, aku pun menelusuri lembar demi lembar buku diary itu.
*Belong To Arshatya Sevilla Utami, this is my privacy, i hope you all not to see my diary*
Tertera kata-kata itu di lembar pertama bersama foto gadis manis yang tertempel di pojok kanan bawah, gadis manis si pemilik diary ini.
Aku menghela sejenak nafasku sebelum aku kembali menelusuri lembar demi lembar diary ini.
22 juni
Pohon mapel ini menjadi tempat favorit ku, disini terasa teduh dan nyaman. Riak air danau pun seakan menjadi alunan musik yang menentramkan hati.
Tadi di toko buku aku melihat sebuah buku diary berwarna biru muda. Entah kenapa aku sangat menyukai buku diary itu dan ingin sekali rasanya mencurahkan rasaku di dalamnya. Padahal sebelumnya aku tidak suka menulis diary.
Mungkin ini hoby baruku J
24 juni
Aku tengah asyik berkutat dengan buku diary kesayangan ku saat 4 cowok iseng yang sedang bercanda di tepi danau tak jauh dari tempatku melemparkan batu kerikil ke danau hingga airnya bercipratan ke arahku.
Aku kesal dan dan memarahi mereka. Menyebalkan! Mereka malah berbalik marah sampai akhirnya kami bertengkar. Tapi salah satu dari mereka mencegah teman-teman nya yang tengah bertengkar denganku. Dia tampaknya baik. Tapi tetap saja, hari ini sungguh hari yang menyebalkan.
25 juni
::             cowok harajuku style yang calm. Menurutku dia gak sama seperti teman-temannya. Dia terlihat so-cool di balik kaca mata hitamnya. Suaranya agak serak. Dia yang melerai pertengkaran kami kemarin. Tai mungkin dia sama nyebelinnya kaya yang lain.
::             cowok yang berharajuku style juga dengan rambut yang di biarkan sedikit menutupi wajahnya. Sekilas mirip justin bieber sih, tapi dia nyalahin aku balik waktu aku marah kemarin
::             cowok bergaya hip-hop yang cool. Manis juga sih wajahnya, tapi dia berbalik marah waktu pertengkaran kemarin
::             cowok berambut gondrong dengan postur rubuh mungil. Gak terlalu jangkung seperti yang lain. Tapi nyalinya besar juga. Terbukti waktu bertengkar kemarin dialah yang terdepan.
Itulah deskripsi 4 cowok nyebelin yang bertemu aku kemarin. Semoga hari ini aku gak ketemu mereka lagi.
26 juni
Dia datang lagi, salah satu diantara 4 cowok myebelin itu datang lagi. Cowok dengan harajuku style yang calm itu. Dia menghampiriku dan meminta maaf atas kejdian kemarin. Bukannya aku gak mau buat maafin dia, tapi aku masih kesal dengan ulah teman-temannya. Jadi aku usir dia.....
27 juni
Ngapain sih dia datang lagi? Apa gak cukup kemarin dia aku usir? Dia mendekat ke arahku sambil memperkenalkan namanya. Jelas saja aku tak merespon. Aku masih jengkel.
28 juni
Dia gak pernah jera buat datang kesini. IZA, seingatku itulah nama yang ia perkenalkan kemarin. Saking kesalnya aku mendorongnya hingga tercebur ke danau.
Ya tuhan, ternyata dia gak bisa berenang. Dia hampir tenggelam. Langsung saja aku menolongnya dan menceburkan diri ke danau.
Untung saja dia selamat
29 juni
Kali ini dia duduk di tepi danau bersebrangan denganku. Dia tak menghampiriku seperti biasanya. Aku merasa bersalah atas kejadian kemarin.
Aku putuskan untuk menghampirinya dan meminta maaf. Dia begitu ramah. Namanya memang IZA. Syukurlah, dia telah memaafkanku.
1 juli
Dia tak datang lagi. Kemana dia? Mungkin dia sibuk atau apa. Yang pasti aku merindukannya. Ada yang berbeda saat aku bersama iza. Dia pribadi yang hangat dan baik. Aku begitu nyaman saat berada di dekatnya. Tuhan, kenapa dengan diriku?
3 juli
Aku terkejut saat mendapati bunga eidelweiss  di bawah maple tempat biasanya aku duduk. Aku pun mengambilnya. Ada memo disana.
*seabadi bunga eidelweiss, seabadi kecantikan hatimu, seabadi itu pula kekagumanku padamu. Kau bagai peri bersayap biru dengan warna-warni  yang menceriakan dunia. Tersenyumlah selalu periku. Tak akan ku biarkan apapun menghapus senyummu*
Begitulah  isi memo itu. Aku merasa tersanjung dengan isi memo itu. Namun aku penasaran, siapakah pengirim eidelweiss ini???
4 juli
Kembali ku temukan bunga eidelweiss di tempat biasa aku duduk. Kembali ku baca memo di dalamnya.
*Auramu tak pernah redup, ku terpenjara dalam buai keindahanmu, tak bias ku terlepas dari jeratmu, karena senyummu mampu membuat jantungku berhenti berdetak, kelap-kelip indahmu mampu membuat duniaku berwarna, jangan pernah menjauh dariku peri bersayap biruku*
Siapa kamu? Kenapa menerorku seperti ini. Aku harus mencari tahu siapa kamu. Bagaimanapun caranya, aku harus tahu siapa kamu?
7 juli
Lagi dan lagi, bunga eidelweiss itu selalu menyapaku setiap hari.
*Tak perlu kau mencariku, aku selalu ada bersamamu. Tak perlu mencariku, karena aku selalu tinggal dalam ragamu, kau tak pernah lepas dari pandanganku, aku akan selalu menemanimu tanpa kau tahu*
Tuhan, aku bias gila jika di terror terus-menerus seperti ini.
9 juli
Seorang cowok memberiku bunga eidelweiss dari arah belakang sambil berkata
“untukmu peri bersayap biruku”
Tahukah kau perasaanku saat mengetahui siapa cowok misterius itu? Tahukah kau betapa bahagianya aku saat mengethui bahwa cowok itu iza, iza yang mampu membuat hatiku tak karuan. Aku bahagia tuhan, apa aku menyukai iza?
12 juli
Iza selalu bersamaku, dia selalu menemaniku dan selalu ada saat ku membutuhkannya. Dia bagai malaikat bagiku.
“aku tak akan pernah seperti daun maple ini, yang berguguran meninggalkan dahannya. Tapi aku akan menjadi akar maple ini, yang selalu kuat mencengkeram tanah, dan selalu kokoh”
Itulah kata-kata iza yang mampu membuat hatiku tak karuan. Mungkin aku benar-benar menyukai iza.
16 juli
2 orang teman iza dating. Mereka meminta maaf atas pertengkaran kami waktu itu. Namanya ray dan Brandon. Tampaknya mereka anak yang baik. Apalagi Brandon, dia sering secara tiba-tiba menari hip-hop. Tak salah dugaan ku selama ini, dia memang dancer.
Tapi satu orang teman mereka tak ikut datang untuk meminta maaf bersama teman-temannya yang lain. Menyebalkan bukan? Padahal dialah yang waktu itu paling sering berdebat denganku. Rasanya ingin sekali aku memarahinya lagi, menyebalkan!
19 juli
Aku sekarang berteman baik dengan ray dan Brandon. Ternyata benar kata iza, mereka baik juga walau kadang nyebelin. Tapi aku masih kesel pada teman mereka yang tidak ikut datang meminta maaf. Kata iza, namanya cakka. Dia mungkin sibuk sehingga tidak ikut kemari. Begitulah kata iza. Biarlah, aku tak perduli terhadapnya. Yang penting aku bahagia bersama iza.
22 juli
Kurang lebih sudah 1 bulan aku mengenal iza. Aku nyaman saat berada di dekatnya. Aku benar-benar menyayanginya. Tapi aku bingung, darimana dia mengetahui semua hal tentangku? Rumahku, sekolahku dan semua dan semua hal tentangku. Tapi, aku tak tau sama sekali tentangnya.
Namun aku tak perduli itu. Karena yang ku tau, iza adalah orang yang paling berarti untukku.
28 juli
Tadi tiba-tiba saja iza memelukku erat sekali. Aku tak tau apa yang terjadi pada iza. Namun aku merasakan dia akan pergi dari sisiku.
Tidak…… aku mohon tuhan…… jangan kau biarkan perasaan buruk ini nyata.
5 agustus
1 minggu sudah iza tak datang kesini. Begitupun Brandon dan ray. Aku sangat merasa kehilangan iza. Aku merindukannya. Jika aku tahu diaman rumahnya, aku pasti langsung kesana.
Tuhan, kemana iza???
7 agustus
Seseorang memberikanku bunga eidelweiss dari arah belakang. Aku piker dia iza. Namun aku sangat terkejut saat tau dia dalah orang yang ku benci. Dia cakka, teman iza yang sangat menyebalkan.
Aku bingung tuhan, kenapa dia membawa bunga eidelweiss, bunga yang selalu iza bawakan untukku?
12 agustus
Cakka orang yang baik, dia tidak terlalu menyebalkan juga. Suda 5 hari ini dia selalu menemaniku. Dia seperti menggantikan posisi iza untuk menjagaku. Tapi tidak di hatiku, iza tak kan bias di gantikan oleh siapapun.
18 agustus
Iza, diamana kamu? Mengapa menghilang secara tiba-tiba seperti ini. Aku membutuhkan kamu za.
Walau ada cakka disampingku. Tapi tetap saja, yang kubutuhkan hanya kamu. Kenapa cakka tak mau memberiyahukan sedikitpun tentang keberadaanmu?
26 agustus
Cakka datang disaat aku tengah menangis. Dia berusaha menghiburku. Namun percuma saja, yang ku mau hanya iza.
“Cuma iza yang ku butuhkan kka!”
Teriakku pada cakka, dia mengusap air mataku dan berjanji bahwa dia akan menunjukkan sesuatu untukku lusa nanti.
Sebenarnya apa yang mau dia tunjukkan?
28 agustus
Cakka membawaku ke tempat yang kupikir tak masuk akal untuk memberikan sebuah kejutan. Kamar eidelweiss no 8, itulah nama yang tertempel di pintu kamar dimana aku dan cakka berhenti. Aku melihat sedikit kedalam kamar.
Tahukah kau siapa orang yang terbaring di dalam? Ya, dia malaikatku. Iza terbaring lemah disana dengan berbagai selang dan kabel yang terhubung ke tubuhnya.
Tahukah kau betapa hancurnya aku saat tau sakit yang diderita iza? Aku sangat hancur saat tau iza mengidap sirosis. Aku menangis, untunglah ada cakka di sampingku.
1 september
Iza belum bangun dari koma-nya. Aku tak akan pernah pergi darinya. Aku akan terus menemaninya disini.
Tuhan, apakah sirosis itu bisa sembuh? Apapun akan kulakukan agar iza sembuh. Za, bangun za.aku akan selalu ada untukmu. Ku mohon za, bangunlah!!!
3 september
Akhirnya, iza bangun dari koma-nya. Iza telah melewati masa kritisnya. Betapa bahagianya aku saat ia menyebut namaku waktu pertama kali membuka mata.
Aku bahagia melihatnya tersenyum lagi. Ku mohon tuhan, sembuhkan malaikatku.
5 september
Mata teduh itu kini tampak sayu. Wajah manis itu kini tampak pucat. Suara merdu itu kini terdengar parau. Tubuh energik itu kini terlihat lemah.
Tuhan, aku tak sanggup melihat malaikatku seperti ini!!!
Sembuhkanlah dia. Kirimkanlah seseorang yang mau mendonorkan hatinya untuk iza. Aku mohon!!!
8 september
Taukah kau apa yang tadi pagi dikatakan iza
“aku tak mungkin melawan takdir. Percuma saja menunggu seseorang yang mau mendonorkan hatinya untukku. Mungkin, kita di takdirkan untuk bersama di alam sana. Aku akan setia menunggumu disurga”
Aku menangis mendengar iza berkata seperti itu. Taukah kau bagaimana perasaanku? Aku sangat hancur, aku seperti tak berguna sama sekali untuk iza. Apa yang harus kulakukan tuhan?
12 september
Apapun kan ku lakukan untuk iza.
Tuhan, semoga yang kulakukan ini benar.
Lembar-lembar berikutnya kosong. Tangisku tak tertahan saat membaca buku diary ini. Kenapa kau melakukan ini peri bersayap biruku? Kenapa kau meninggalkan aku?
Aku kembali membuka lembar buku diary ini. Mungkin ada lagi tulisan utami yang belum aku baca. Dan aku menemukan tulisan di bagian tengah buku diary ini.
iza, setelah kamu membaca diary ini, aku harap jangan ada tangis lagi, jangan ada air mata. Karena aku, bahagia disini.
Iza, aku menyayangimu melebihi diriku sendiri. Taukah kau betapa hancurnya aku saat tau kamu sekarat?? Saat aku tau sirosis itu akan mengambilmu dariku!! Aku hancur za, aku sangat hancur.
Iza, maafkan aku. Karena aku pergi mendahuluimu. Karena aku tak menunggumu terlebih dahulu. Mungkin aku egois, tapi aku yakin inilah yang terbaik.
Iza, dengan hatiku yang ada di tubuhmu, dengan itu pulalah aku akan mencintaimu. Dengan hatiku yang menyatu dengan tubuhmu, dengan itulah aku akan selalu hidup ragamu. Karena hatiku adalah hatimu. Dan selamanya kita akan bersama.
Iza, aku akan setia menunggumu disini, di surge kita. Hapus air matamu, jangan ada tangis lagi.
Iza, hatiku hanya untukmu
*AKU SAYANG IZA*”
                Air mata ini semakin deras menetes. Kembali ku pegang dadaku. Disini, ya…… disinilah utami hidup. Di dalam hatiku. Dia tak akan pernah pergi dariku. Dia akan selalu bersamaku.
Samar, aku melihat utami duduk di sebelahku. Dia memakai gaun berwarna biru muda cerah, dan tersenyum ke arahku. Dia terlihat sangat manis.
“za, aku akan selalu bersamamu”
Bisik utami pelan di telingaku, aku pun tersenyum dan mengangguk.
“tunggu aku di surgamu, peri bersayap biruku”
Balasku, dia kembali tersenyum manis, lalu menghilang dari tatapan mataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar