Aku berjalan di tepi danau yang indah ini,
kembali ku pegang dadaku dan memejamkan mata merasakan hembusan angin yang
menerpaku.
Ku
tatap temat teduh di bawah pohon mapel itu. Dengan samar ku lihat gadis manis
yang tengah berkutat dengan buku diary nya. Dia yang merasakan kehadiranku lalu
melihat ke arah ku dan tersenyum padaku.
Perlahan
ku mendekati pohon mapel itu. Dan ketika ku dekati, gadis manis itu tak ada
disana. Dia tak nyata.
Aku pun duduk dibawah
pohon mapel itu. Ku genggam erat buku diary berwarna biru muda yang tadi
kubawa. Aku pun merasakannya, merasakan dia ada, ada disampingku walau tak
nyata. Dengan perlahan, aku pun menelusuri lembar demi lembar buku diary itu.
*Belong To Arshatya
Sevilla Utami, this is my privacy, i hope you all not to see my diary*
Tertera kata-kata itu di
lembar pertama bersama foto gadis manis yang tertempel di pojok kanan bawah,
gadis manis si pemilik diary ini.
Aku
menghela sejenak nafasku sebelum aku kembali menelusuri lembar demi lembar
diary ini.
22 juni
Pohon mapel ini menjadi
tempat favorit ku, disini terasa teduh dan nyaman. Riak air danau pun seakan
menjadi alunan musik yang menentramkan hati.
Tadi di toko buku aku
melihat sebuah buku diary berwarna biru muda. Entah kenapa aku sangat menyukai
buku diary itu dan ingin sekali rasanya mencurahkan rasaku di dalamnya. Padahal
sebelumnya aku tidak suka menulis diary.
Mungkin ini hoby baruku J
24 juni
Aku tengah asyik berkutat
dengan buku diary kesayangan ku saat 4 cowok iseng yang sedang bercanda di tepi
danau tak jauh dari tempatku melemparkan batu kerikil ke danau hingga airnya
bercipratan ke arahku.
Aku kesal dan dan
memarahi mereka. Menyebalkan! Mereka malah berbalik marah sampai akhirnya kami
bertengkar. Tapi salah satu dari mereka mencegah teman-teman nya yang tengah
bertengkar denganku. Dia tampaknya baik. Tapi tetap saja, hari ini sungguh hari
yang menyebalkan.
25 juni
:: cowok harajuku style yang calm. Menurutku
dia gak sama seperti teman-temannya. Dia terlihat so-cool di balik kaca mata
hitamnya. Suaranya agak serak. Dia yang melerai pertengkaran kami kemarin. Tai
mungkin dia sama nyebelinnya kaya yang lain.
:: cowok yang berharajuku style juga
dengan rambut yang di biarkan sedikit menutupi wajahnya. Sekilas mirip justin
bieber sih, tapi dia nyalahin aku balik waktu aku marah kemarin
:: cowok bergaya hip-hop yang cool.
Manis juga sih wajahnya, tapi dia berbalik marah waktu pertengkaran kemarin
:: cowok berambut gondrong dengan
postur rubuh mungil. Gak terlalu jangkung seperti yang lain. Tapi nyalinya
besar juga. Terbukti waktu bertengkar kemarin dialah yang terdepan.
Itulah deskripsi 4 cowok
nyebelin yang bertemu aku kemarin. Semoga hari ini aku gak ketemu mereka lagi.
26 juni
Dia datang lagi, salah
satu diantara 4 cowok myebelin itu datang lagi. Cowok dengan harajuku style
yang calm itu. Dia menghampiriku dan meminta maaf atas kejdian kemarin.
Bukannya aku gak mau buat maafin dia, tapi aku masih kesal dengan ulah
teman-temannya. Jadi aku usir dia.....
27 juni
Ngapain sih dia datang
lagi? Apa gak cukup kemarin dia aku usir? Dia mendekat ke arahku sambil
memperkenalkan namanya. Jelas saja aku tak merespon. Aku masih jengkel.
28 juni
Dia gak pernah jera buat
datang kesini. IZA, seingatku itulah nama yang ia perkenalkan kemarin. Saking
kesalnya aku mendorongnya hingga tercebur ke danau.
Ya tuhan, ternyata dia
gak bisa berenang. Dia hampir tenggelam. Langsung saja aku menolongnya dan
menceburkan diri ke danau.
Untung saja dia selamat
29 juni
Kali ini
dia duduk di tepi danau bersebrangan denganku. Dia tak menghampiriku seperti
biasanya. Aku merasa bersalah atas kejadian kemarin.
Aku
putuskan untuk menghampirinya dan meminta maaf. Dia begitu ramah. Namanya
memang IZA. Syukurlah, dia telah memaafkanku.
1 juli
Dia tak
datang lagi. Kemana dia? Mungkin dia sibuk atau apa. Yang pasti aku
merindukannya. Ada yang berbeda saat aku bersama iza. Dia pribadi yang hangat
dan baik. Aku begitu nyaman saat berada di dekatnya. Tuhan, kenapa dengan
diriku?
3 juli
Aku
terkejut saat mendapati bunga eidelweiss
di bawah maple tempat biasanya aku duduk. Aku pun mengambilnya. Ada memo
disana.
*seabadi
bunga eidelweiss, seabadi kecantikan hatimu, seabadi itu pula kekagumanku
padamu. Kau bagai peri bersayap biru dengan warna-warni yang menceriakan dunia. Tersenyumlah selalu
periku. Tak akan ku biarkan apapun menghapus senyummu*
Begitulah isi memo itu. Aku merasa tersanjung dengan
isi memo itu. Namun aku penasaran, siapakah pengirim eidelweiss ini???
4 juli
Kembali
ku temukan bunga eidelweiss di tempat biasa aku duduk. Kembali ku baca memo di
dalamnya.
*Auramu
tak pernah redup, ku terpenjara dalam buai keindahanmu, tak bias ku terlepas
dari jeratmu, karena senyummu mampu membuat jantungku berhenti berdetak,
kelap-kelip indahmu mampu membuat duniaku berwarna, jangan pernah menjauh
dariku peri bersayap biruku*
Siapa
kamu? Kenapa menerorku seperti ini. Aku harus mencari tahu siapa kamu.
Bagaimanapun caranya, aku harus tahu siapa kamu?
7 juli
Lagi dan
lagi, bunga eidelweiss itu selalu menyapaku setiap hari.
*Tak
perlu kau mencariku, aku selalu ada bersamamu. Tak perlu mencariku, karena aku
selalu tinggal dalam ragamu, kau tak pernah lepas dari pandanganku, aku akan
selalu menemanimu tanpa kau tahu*
Tuhan,
aku bias gila jika di terror terus-menerus seperti ini.
9 juli
Seorang
cowok memberiku bunga eidelweiss dari arah belakang sambil berkata
“untukmu
peri bersayap biruku”
Tahukah
kau perasaanku saat mengetahui siapa cowok misterius itu? Tahukah kau betapa
bahagianya aku saat mengethui bahwa cowok itu iza, iza yang mampu membuat
hatiku tak karuan. Aku bahagia tuhan, apa aku menyukai iza?
12 juli
Iza
selalu bersamaku, dia selalu menemaniku dan selalu ada saat ku membutuhkannya.
Dia bagai malaikat bagiku.
“aku tak
akan pernah seperti daun maple ini, yang berguguran meninggalkan dahannya. Tapi
aku akan menjadi akar maple ini, yang selalu kuat mencengkeram tanah, dan
selalu kokoh”
Itulah
kata-kata iza yang mampu membuat hatiku tak karuan. Mungkin aku benar-benar
menyukai iza.
16 juli
2 orang
teman iza dating. Mereka meminta maaf atas pertengkaran kami waktu itu. Namanya
ray dan Brandon. Tampaknya mereka anak yang baik. Apalagi Brandon, dia sering
secara tiba-tiba menari hip-hop. Tak salah dugaan ku selama ini, dia memang
dancer.
Tapi
satu orang teman mereka tak ikut datang untuk meminta maaf bersama
teman-temannya yang lain. Menyebalkan bukan? Padahal dialah yang waktu itu
paling sering berdebat denganku. Rasanya ingin sekali aku memarahinya lagi,
menyebalkan!
19 juli
Aku
sekarang berteman baik dengan ray dan Brandon. Ternyata benar kata iza, mereka
baik juga walau kadang nyebelin. Tapi aku masih kesel pada teman mereka yang
tidak ikut datang meminta maaf. Kata iza, namanya cakka. Dia mungkin sibuk
sehingga tidak ikut kemari. Begitulah kata iza. Biarlah, aku tak perduli
terhadapnya. Yang penting aku bahagia bersama iza.
22 juli
Kurang
lebih sudah 1 bulan aku mengenal iza. Aku nyaman saat berada di dekatnya. Aku
benar-benar menyayanginya. Tapi aku bingung, darimana dia mengetahui semua hal
tentangku? Rumahku, sekolahku dan semua dan semua hal tentangku. Tapi, aku tak
tau sama sekali tentangnya.
Namun
aku tak perduli itu. Karena yang ku tau, iza adalah orang yang paling berarti
untukku.
28 juli
Tadi
tiba-tiba saja iza memelukku erat sekali. Aku tak tau apa yang terjadi pada
iza. Namun aku merasakan dia akan pergi dari sisiku.
Tidak……
aku mohon tuhan…… jangan kau biarkan perasaan buruk ini nyata.
5
agustus
1 minggu
sudah iza tak datang kesini. Begitupun Brandon dan ray. Aku sangat merasa
kehilangan iza. Aku merindukannya. Jika aku tahu diaman rumahnya, aku pasti
langsung kesana.
Tuhan,
kemana iza???
7
agustus
Seseorang
memberikanku bunga eidelweiss dari arah belakang. Aku piker dia iza. Namun aku
sangat terkejut saat tau dia dalah orang yang ku benci. Dia cakka, teman iza
yang sangat menyebalkan.
Aku
bingung tuhan, kenapa dia membawa bunga eidelweiss, bunga yang selalu iza
bawakan untukku?
12
agustus
Cakka
orang yang baik, dia tidak terlalu menyebalkan juga. Suda 5 hari ini dia selalu
menemaniku. Dia seperti menggantikan posisi iza untuk menjagaku. Tapi tidak di
hatiku, iza tak kan bias di gantikan oleh siapapun.
18
agustus
Iza,
diamana kamu? Mengapa menghilang secara tiba-tiba seperti ini. Aku membutuhkan
kamu za.
Walau
ada cakka disampingku. Tapi tetap saja, yang kubutuhkan hanya kamu. Kenapa
cakka tak mau memberiyahukan sedikitpun tentang keberadaanmu?
26
agustus
Cakka
datang disaat aku tengah menangis. Dia berusaha menghiburku. Namun percuma
saja, yang ku mau hanya iza.
“Cuma
iza yang ku butuhkan kka!”
Teriakku
pada cakka, dia mengusap air mataku dan berjanji bahwa dia akan menunjukkan
sesuatu untukku lusa nanti.
Sebenarnya
apa yang mau dia tunjukkan?
28
agustus
Cakka
membawaku ke tempat yang kupikir tak masuk akal untuk memberikan sebuah
kejutan. Kamar eidelweiss no 8, itulah nama yang tertempel di pintu kamar
dimana aku dan cakka berhenti. Aku melihat sedikit kedalam kamar.
Tahukah
kau siapa orang yang terbaring di dalam? Ya, dia malaikatku. Iza terbaring
lemah disana dengan berbagai selang dan kabel yang terhubung ke tubuhnya.
Tahukah
kau betapa hancurnya aku saat tau sakit yang diderita iza? Aku sangat hancur
saat tau iza mengidap sirosis. Aku menangis, untunglah ada cakka di sampingku.
1
september
Iza
belum bangun dari koma-nya. Aku tak akan pernah pergi darinya. Aku akan terus
menemaninya disini.
Tuhan,
apakah sirosis itu bisa sembuh? Apapun akan kulakukan agar iza sembuh. Za,
bangun za.aku akan selalu ada untukmu. Ku mohon za, bangunlah!!!
3
september
Akhirnya,
iza bangun dari koma-nya. Iza telah melewati masa kritisnya. Betapa bahagianya
aku saat ia menyebut namaku waktu pertama kali membuka mata.
Aku
bahagia melihatnya tersenyum lagi. Ku mohon tuhan, sembuhkan malaikatku.
5
september
Mata
teduh itu kini tampak sayu. Wajah manis itu kini tampak pucat. Suara merdu itu
kini terdengar parau. Tubuh energik itu kini terlihat lemah.
Tuhan,
aku tak sanggup melihat malaikatku seperti ini!!!
Sembuhkanlah
dia. Kirimkanlah seseorang yang mau mendonorkan hatinya untuk iza. Aku mohon!!!
8
september
Taukah
kau apa yang tadi pagi dikatakan iza
“aku tak
mungkin melawan takdir. Percuma saja menunggu seseorang yang mau mendonorkan
hatinya untukku. Mungkin, kita di takdirkan untuk bersama di alam sana. Aku
akan setia menunggumu disurga”
Aku
menangis mendengar iza berkata seperti itu. Taukah kau bagaimana perasaanku?
Aku sangat hancur, aku seperti tak berguna sama sekali untuk iza. Apa yang
harus kulakukan tuhan?
12
september
Apapun
kan ku lakukan untuk iza.
Tuhan, semoga yang kulakukan ini benar.
Lembar-lembar
berikutnya kosong. Tangisku tak tertahan saat membaca buku diary ini. Kenapa
kau melakukan ini peri bersayap biruku? Kenapa kau meninggalkan aku?
Aku
kembali membuka lembar buku diary ini. Mungkin ada lagi tulisan utami yang
belum aku baca. Dan aku menemukan tulisan di bagian tengah buku diary ini.
“iza,
setelah kamu membaca diary ini, aku harap jangan ada tangis lagi, jangan ada
air mata. Karena aku, bahagia disini.
Iza, aku
menyayangimu melebihi diriku sendiri. Taukah kau betapa hancurnya aku saat tau
kamu sekarat?? Saat aku tau sirosis itu akan mengambilmu dariku!! Aku hancur
za, aku sangat hancur.
Iza,
maafkan aku. Karena aku pergi mendahuluimu. Karena aku tak menunggumu terlebih
dahulu. Mungkin aku egois, tapi aku yakin inilah yang terbaik.
Iza,
dengan hatiku yang ada di tubuhmu, dengan itu pulalah aku akan mencintaimu.
Dengan hatiku yang menyatu dengan tubuhmu, dengan itulah aku akan selalu hidup
ragamu. Karena hatiku adalah hatimu. Dan selamanya kita akan bersama.
Iza, aku
akan setia menunggumu disini, di surge kita. Hapus air matamu, jangan ada
tangis lagi.
Iza,
hatiku hanya untukmu
*AKU
SAYANG IZA*”
Air
mata ini semakin deras menetes. Kembali ku pegang dadaku. Disini, ya……
disinilah utami hidup. Di dalam hatiku. Dia tak akan pernah pergi dariku. Dia
akan selalu bersamaku.
Samar,
aku melihat utami duduk di sebelahku. Dia memakai gaun berwarna biru muda
cerah, dan tersenyum ke arahku. Dia terlihat sangat manis.
“za, aku
akan selalu bersamamu”
Bisik
utami pelan di telingaku, aku pun tersenyum dan mengangguk.
“tunggu
aku di surgamu, peri bersayap biruku”
Balasku,
dia kembali tersenyum manis, lalu menghilang dari tatapan mataku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar